http://agushw.banjarbaru.net
Mencoba Menulis Seadanya...
Pencuri berkedok mesin…..
Beberapa waktu yang lalu istri si_Bos mau ngambil uang tunai di mesin ATM milik Bank ini yang berada dihalaman Hotel Banjarmasin International. Uang itu mau digunakan istri si-Bos untuk berbelanja, maka istri si_Bos bertransaksilah dengan mesin ATM itu. Setelah menunggu beberapa menit mesin ATM itu tidak juga mengeluarkan uang yang diminta, gak tau alasan nya kenapa muncul pesan “Maaf permintaan transaksi anda tidak bisa diproses” kurang lebih seperti itu isi pesannya.
Dia,,,,,begitu berarti,,,,,
Dia,,,,
Bukan aku,,,,
Dia,,,,
Juga bukan mereka,,,,
Tapi dia,,,,,
Adalah bagian’ku,,,,,
Kata ini,,,,
Takkan pernah ada karena dia,,,,
Dan hidup’ku ini,,,,
Takkan pernah bermakna,,,,
Tanpa dia,,,,
Mengatasnamakan Idealisme…
Sudah tak terhitung lagi berapa jumlah berita yang menampilkan berbagai macam aksi-aksi demonstrasi atau unjuk rasa yang dilakukan oleh para mahasiswa kita di media massa. Dengan berbagai macam topik dan tema yang bermacam-macam, yang dapat mendasari terjadinya demonstrasi itu sendiri. Lebih sering kita melihat mereka memprotes sistem pemerintahan yang mereka anggap kurang bekerja dengan baik dan tidak sesuai dengan yang diharapkan. Dan tak jarang pula kita melihat pada saat aksi demo tersebut, mereka melakukan aksi anarkis yang justru merugikan. Apakah ini gambaran sejatinya para mahasiswa-mahasiswa cikal bakal pemimpin negeri ini?
Mengusik Keheningan Malam…….
Dikeheningan malam sekitar jam 01.00 wita dinihari (Senin 29/9)….terdengar suara gaduh sirine bersahutan dari beberapa buah mobil pembunuh api (alias pemadam kebakaran). Ternyata si jago merah beraksi lagi, mengamuk tanpa memandang bulu. Kali ini si jago merah mengamuk di kelurahan keraton, tepatnya dibelakang Bank Danamon Cab. Martapura. Ketika aku berada disana, sijago merah sudah tunduk dengan para pembunuh api, yang terlihat hanya lah kepulan asap dibekas amukan si jago merah. Menurut informasi dari beberapa warga penyebab si jago merah mengamuk adalah hubung singkat listrik dan ada juga akibat dari kompor. Terlepas dari mana asal sijago merah marah tapi yang pasti sudah menghanguskan beberapa rumah warga yang terbuat dari kayu (katanya ada sekitar 5 buah rumah terbakar). Saat itu arloji ditangan saya menunjukkan jam 02.00 wita (dinihari) berpuluh-puluh mobil pembunuh api masih berdatangan, padahal si jago merah saat itu sudah koit.
Seruan…yang seru..



