http://agushw.banjarbaru.net
Mencoba Menulis Seadanya...
perjalanan hidup seorang bapak
25 tahun yang lalu,
Inikah nasib? Terlahir sebagai menantu bukan pilihan.
Tapi aku dan Kania harus tetap menikah. Itu sebabnya kami
ada di Kantor Catatan Sipil. Wali kami pun wali hakim. Dalam
tiga puluh menit, prosesi pernikahan kami selesai. Tanpa
sungkem dan tabur melati atau hidangan istimewa d! an salam
sejahtera dari kerabat. Tapi aku masih sangat bersyukur
karena Lukman dan Naila mau hadir menjadi saksi. Umurku
sudah menginjak seperempat abad dan Kania di bawahku..
Cita-cita kami sederhana,ingin hidup bahagia.
22 tahun yang lalu,
Pekerjaanku tidak begitu elit, tapi cukup untuk biaya makan
keluargaku. Ya, keluargaku. Karena sekarang aku sudah punya
momongan. Seorang putri, kunamai ia Kamila. Aku berharap ia
bisa menjadi perempuan sempurna, maksudku kaya akan budi
baik hingga dia tampak ! sempurna. Kulitnya masih merah,
mungkin karena ia baru berumur seminggu. Sayang, dia tak
dijenguk kakek-neneknya dan aku merasa prihatin. Aku harus
bisa terima nasib kembali, orangtuaku dan orangtua Kania tak
mau menerima kami.. Ya sudahlah. Aku tak berhak untuk
memaksa dan aku tidak membenci mereka. Aku hanya yakin,
suatu saat nanti, mereka pasti akan berubah.
Batavia Airline mendarat darurat
Pada hari Kamis kemarin (tanggal 15 januari 2009) sempat membuat perasaanku gak karuan, pasalnya pada hari itu adik ku yang sedang menikmati masa liburnya setelah menempuh ujian final test dikampusnya akan pulang ke banjarbaru.
Pagi-pagi sekitar jam 7 aku mendapatkan sms dari adikku mengabarkan bahwa dia sudah ada di bandara Juanda Surabaya dan sudah akan menaiki pesawat yang akan mengantarkannya ke Bandara Syamsudin Noor. Setelah selang beberapa waktu, kembali aku mendapatkan sms lagi mengabarkan bahwa dia sudah berada di dalam pesawat dan segera take off (sesaat setelah itu handphonenya pun dimatikan karna akan menggangu sistem navigasi pesawat).
Surat Tilang
Beberapa waktu yang lalu, waktu saya berkunjung ke Kota Apel (kota dimana saya pernah kuliah dulu dan sekarang gantian adik saya yang kuliah dikota ini) sekembalinya berbelanja kebutuhan, saya dan adik saya pulang dengan menggunakan taksi. Ada adegan yang menarik ketika saya menumpang taksi tersebut, yaitu ketika sopir taksi hendak ditilang oleh polisi. Sempat teringat oleh saya dialog antara polisi dan sopir taksi.
sosok itu pudar,,,
aku bertanya kepada siapa?
Luluh kaki ini tak bertumpu
Lemah jemari ini tak mampu lagi tuk menggenggam
aku tertawa…,aku terisak…,aku termenung….
sesosok bayang abu-abu mulai pudar
ntah pudar kenapa
aku pun tak tahu……
aku bertanya kepada siapa?
kepada langit pun tak mampu menjawab
kepada rumput pun tak dapat balasan
Entah kemana raga ini melayang
jatuh lunglai seperti kapas
berlari kabur tak tau arah
aku bertanya kepada siapa?
warna apa lagi yang mendekat itu
sungguh aku tak tahu….
sosok itu samar dihadapku
Angka VS Huruf
Angka Vs Huruf dalam Management :
Jika, nilai huruf-huruf ini kita anggap sbb :
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26
Mari kita hitung sama-sama :
H A R D W O R K ( kerjakeras )
8 1 18 4 23 15 18 11 = 98 % Only
K N O W L E D G E ( pengetahuan )
11 14 15 23 12 5 4 7 5 = 96 % Only


