http://agushw.banjarbaru.net
Mencoba Menulis Seadanya...
Pencuri berkedok mesin…..
Beberapa waktu yang lalu istri si_Bos mau ngambil uang tunai di mesin ATM milik Bank ini yang berada dihalaman Hotel Banjarmasin International. Uang itu mau digunakan istri si-Bos untuk berbelanja, maka istri si_Bos bertransaksilah dengan mesin ATM itu. Setelah menunggu beberapa menit mesin ATM itu tidak juga mengeluarkan uang yang diminta, gak tau alasan nya kenapa muncul pesan “Maaf permintaan transaksi anda tidak bisa diproses” kurang lebih seperti itu isi pesannya.
Mengatasnamakan Idealisme…
Sudah tak terhitung lagi berapa jumlah berita yang menampilkan berbagai macam aksi-aksi demonstrasi atau unjuk rasa yang dilakukan oleh para mahasiswa kita di media massa. Dengan berbagai macam topik dan tema yang bermacam-macam, yang dapat mendasari terjadinya demonstrasi itu sendiri. Lebih sering kita melihat mereka memprotes sistem pemerintahan yang mereka anggap kurang bekerja dengan baik dan tidak sesuai dengan yang diharapkan. Dan tak jarang pula kita melihat pada saat aksi demo tersebut, mereka melakukan aksi anarkis yang justru merugikan. Apakah ini gambaran sejatinya para mahasiswa-mahasiswa cikal bakal pemimpin negeri ini?
Seruan…yang seru..
Blogger Malaysia Dibui Dua Tahun
Selasa (23/9) malam, setelah acara pembacaan sajak-sajak Ajamudin Tifani di gedung serbaguna Museum Lambung Mangkurat, didepan gedung tepatnya diteras tak beratap rekan-rekan berkumpul dan berbincang. Ada banyak wacana yang dicelotehkan, tapi ada satu wacana yang sepertinya sangat menarik. Yaitu tentang proteksi atau payung hukum seorang blogger terhadap tulisannya. Kemarin ada salah seorang teman bercerita, terjadi perlakuan tidak wajar terhadap blogger mengenai tulisannya, katanya si_blogger itu mendapat perlakuan fisik yang tidak wajar. Nah beberapa waktu yang lalu juga terjadi pada seorang blogger negara tetangga, bahkan sampai dimasukkan “Hotel Prodeo” akibat tulisannya.
Seanarkis itu kah “Satpol PP”
Kejadian bentrok fisik antara mahasiswa dengan aparat “keamanan” (red : Katanya?????) ataupun satpol pp memang sudah menjadi sarapan indra penglihat, indra pendengar dan hati (khusus bagi yang punya perasaan). Dan bukan cuma menjadi stereotip orang saja bahwa dalam panggung demokrasi bangsa ini biasanya jika mahasiswa yang berperan sebagai protagonis maka aparat tersebut berperan sebagai antagonis (baca:penjahat)…dan memang seperti itu. Lihat saja bentrok yang terjadi pada hari Selasa (26/8/2008) di Jl. Diponegoro, Jakarta Pusat, tepatnya di sekretariat PGI (Persatuan Gereja Indonesia). Dengan anarkis satpol pp melakukan aksi pelemparan terhadap mahasiswa aktivis Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) yang berada di gedung PGI. Ironisnya itu karena satpol pp tidak terima dengan spanduk yang berisi kecaman terhadap kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat. Spanduk yang bertuliskan “Tolak Perda Tibum Menyengsarakan Rakyat” memang dibuat atas sikap aparat satpol pp yang sudah seminggu melarang PKL berjualan di Jl. Diponegoro tersebut. Bentrok terjadi bermula dari aksi satpol pp yang hendak merampas spanduk tersebut tapi tetap dipertahankan oleh aktivis GMKI.



