http://agushw.banjarbaru.net
Mencoba Menulis Seadanya...
Surat Tilang
Beberapa waktu yang lalu, waktu saya berkunjung ke Kota Apel (kota dimana saya pernah kuliah dulu dan sekarang gantian adik saya yang kuliah dikota ini) sekembalinya berbelanja kebutuhan, saya dan adik saya pulang dengan menggunakan taksi. Ada adegan yang menarik ketika saya menumpang taksi tersebut, yaitu ketika sopir taksi hendak ditilang oleh polisi. Sempat teringat oleh saya dialog antara polisi dan sopir taksi.
Polisi_1 : Selamat siang mas, bisa lihat SIM dan STNK?
Sopir : Baik Pak…
Polisi_1 : Mas tau..kesalahannya apa?
Sopir : Gak pak
Polisi_1 : Ini nomor polisinya gak seperti seharusnya (sambil nunjuk ke
plat nomor taksi yg memang gak standar, sambil langsung
mengeluarkan jurus sakti mengambil buku tilang?lalu menulis
dengan sigap)
Sopir : Pak jangan ditilang deh? wong plat aslinya udah gak tau ilang
kemana? kalo ada pasti saya pasang
Polisi_1 : Sudah! saya tilang saja! kamu tau gak banyak mobil curian
sekarang? (dengan nada keras !! )
Sopir : (Dengan nada keras juga ) Kok gitu! taksi saya kan Ada STNK nya
pak , ini kan bukan mobil curian!
Polisi_1 : Kamu itu kalo di bilangin kok ngotot (dengan nada lebih tegas)
kamu terima aja surat tilangnya (sambil menyodorkan surat
tilang warna MERAH)
Sopir : Maaf pak saya gak mau yang warna MERAH suratnya. Saya mau
yg warna BIRU aja
Polisi_1 : Hey…! (dengan nada tinggi) kamu tahu gak sudah 10 Hari ini
Form BIRU itu gak berlaku!
Sopir : Sejak kapan pak Form BIRU surat tilang gak berlaku?
Polisi_1 : Inikan dalam rangka OPERASI, kamu itu gak boleh minta form
BIRU. Dulu kamu bisa minta form BIRU, tapi sekarang ini kamu
Gak bisa. Kalo kamu gak kamu ngomong sama komandan saya
(dengan nada keras dan ngotot)
Sopir : Baik pak, kita ke komandan Bapak aja sekalian (dengan nada
nantangin tuh polisi) ( Dalam hati saya, berani betul sopir taksi
ini )
Polisi_1 : (Dengan muka bingung) Kamu ini melawan petugas!?
Sopir : Siapa yg melawan!? Saya kan cuman minta Form BIRU, Bapak kan
yang gak mau ngasih
Polisi_1 : Kamu jangan macam-macam yah! saya bisa kenakan pasal
melawan petugas!
Sopir : Saya gak melawan!? Kenapa bapak bilang Form BIRU udah gak
berlaku? Gini aja pak saya foto bapak aja deh? kan bapak yg bilang
form BIRU gak berlaku (sambil ngambil HP yang ada kameranya)
(Wah…. wah hebat betul nih sopir , berani, cerdas dan trendy.
terbukti dia mengeluarkan hpnya yang ada berkamera)
Polisi_1 : Hey! Kamu bukan wartawankan? ? Kalo kamu foto saya, saya bisa
kandangin (sambil berlalu). (Kemudian si sopir taksi itupun
mengejar itu polisi dan sudah siap melepaskan shoot pertama…)
(tiba-tiba dihalau oleh seorang anggota polisi lagi )
Polisi_2 : Mas, anda gak bisa foto petugas sepeti itu
Sopir : Si bapak (polisi_1)itu yg bilang form BIRU gak bisa dikasih
(sambil tunjuk polisi yg menilangnya) lalu si polisi_2 itu menghampiri
polisi_1 yang menilang tadi, ada pembicaraan singkat terjadi
antara polisi_2 yang menghalau si sopir dan polisi_1 yang
menilang. Akhirnya polisi_2 yg menghalau tadi menghampiri si
sopir taksi
Polisi_2 : Mas mana surat tilang yang MERAH nya? (sambil meminta)
Sopir : Gak sama saya pak? Masih sama temen bapak tuh.(sambil
menunjuk kearah polisi_1) (polisi_ 2 memanggil polisi_1 yang
menilang)
Polisi_1 : Sini tak kasih surat yang BIRU (dengan nada kesal)
Lalu polisi yang nilang tadi menulis nominal denda sebesar
Rp 30.600. sambil berkata: nih kamu bayar sekarang ke BRI ? lalu
kamu ambil lagi SIM kamu disini, saya tunggu?..
Sopir : (Yes!!) Ok pak ..gitu dong kalo gini dari tadi kan enak.
Kemudian si sopir taksi segera menjalankan kembali taksinya
sambil berkata pada saya, Mas .. maaf kita ke ATM sebentar ya …
Mau transfer uang tilang.
Saya : ya silakan…..
Sopir taksipun langsung ke ATM sambil berkata, ? ?Hatiku senang banget pak, walaupun di tilang, bisa ngasih pelajaran berharga ke
polisi itu. Untung saya paham macam2 surat tilang.
Tambahnya, Pak kalo ditilang kita berhak minta form Biru, gak perlu nunggu 2 minggu untuk sidang Jangan pernah pikir mau ngasih DUIT DAMAI. Mending bayar mahal ke negara sekalian daripada buat oknum!?
Dari obrolan dengan sopir taksi tersebut dapat saya infokan ke Anda sebagai berikut:
SLIP MERAH :berarti kita menyangkal kalau melanggar aturan Dan mau membela diri secara hukum (ikut sidang) di pengadilan setempat. Itupun di pengadilan nanti masih banyak calo, antrian panjang, Dan oknum pengadilan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilai tilang… Kalau kita tidak mengikuti sidang, dokumen tilang dititipkan di kejaksaan setempat, disinipun banyak calo dan oknum kejaksaan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilang..
SLIP BIRU : berarti kita mengakui kesalahan kita dan bersedia membayar denda. Kita tinggal transfer dana via ATM ke nomer rekening tertentu (kalo gak salah norek Bank BUMN). Sesudah itu kita tinggal bawa bukti transfer untuk di tukar dengan SIM/STNK kita di kapolsek terdekat dimana kita ditilang. You know what!? Denda yang tercantum dalam KUHP Pengguna Jalan Raya tidak melebihi RP 50.000! dan dananya RESMI MASUK KE KAS NEGARA.
Kembali ke halaman utama13 Responses to “Surat Tilang”
Leave a Reply
agushw.banjarbaru.net mengucapkan terima kasih kepada Anda sudah membaca tulisan ini.....dan terima kasih pula sudah meninggalkan commentnya atas tulisan ini



Numero uno
saya masih menyimpen beberapa surat 30 surat tilang kosong..lumayan buat senjata.
LIRIK KOMENT BANG iCHAL, ih .. sering melanggar peraturan lalu lintas ya???
***
Kalau begitu, lengkapi semua²nya kalau mau bepergian kalau ga mau ditilang, kalaupun pada akhirnya ada kejadian kena tilang juga inget form BIRU saja ya Wo???
sorang singgah dangsanakai nah
heeeeemm…. info yang bagusss…..
sopir yang hebat,,,
pernah di tilang ga???
thx buat infonya…
satu lagi ilmu nambah…
aku sama temenku pernah punya pengalaman gak enak sama polisi ..kena tilang gara2 melanggar lampu kuning mau ke merah .. kena 120 ribu … gara2 itu jadi gak suka sama polisi
Syukur belum pernah dan ngga mau ditilang..jadi tamnbah ilmu nih..
saya juga pernah di tilang pulisi waktu di Malang, dan dengan tegas saya bentak pulisinya untuk minta sidang saja, karena saya mau tau rasanya duduk didepan hakim dan ditanya-tanya + didenda.
ko udah nasib emang ga bisa disangka…
berita yg basi dan menarik. dan bagi pelajaran juga bagi masyarakat awam yg kurang memahami hukum di indonesia, segeralah bertobat agar tak mudah dibodohi. salam progresif!!