http://agushw.banjarbaru.net
Mencoba Menulis Seadanya...
Habis Terang Terbitlah Gelap….
Ketika senja mulai meredupkan nyalanya……
Tetapi kenapa sang dewi sudah muncul padahal atap hitam yang berlobang belum selesai didirikan.
Setelah itu si halilintar mulai mengakui keberadaannya dengan lidahnya yang bergemuruh mengaung hingga ke lembah.
Tapi……kenapa sesosok bayangan biru tak menggubris semua itu.
Dengan tulang remuk tak berpeluh dia menyelinap diantara warna-warni yang tak jelas datangnya berkerumun.
Dan si halilintar tetap tak berhenti bergemuruh tanpa sadar sang teman meneteskan air matanya.
Dengan sendu dia terisak………
Sosok biru muncul dengan sampul yang kusut dan lusuh, bergemetar riuh bencampur duka.
Menerawang jauh kelembah isakan itu dengan segala kelusuhannya……dan kemudian berucap “ kenapa semua tidak peduli dengan semua kepenatan, kesedihan, kesengsaraan yang tergulung ombak keserakahan…”


