agushw.banjarbaru.net
Mencoba Menulis Seadanya...
Mengusik Keheningan Malam…….
Dikeheningan malam sekitar jam 01.00 wita dinihari (Senin 29/9)….terdengar suara gaduh sirine bersahutan dari beberapa buah mobil pembunuh api (alias pemadam kebakaran). Ternyata si jago merah beraksi lagi, mengamuk tanpa memandang bulu. Kali ini si jago merah mengamuk di kelurahan keraton, tepatnya dibelakang Bank Danamon Cab. Martapura. Ketika aku berada disana, sijago merah sudah tunduk dengan para pembunuh api, yang terlihat hanya lah kepulan asap dibekas amukan si jago merah. Menurut informasi dari beberapa warga penyebab si jago merah mengamuk adalah hubung singkat listrik dan ada juga akibat dari kompor. Terlepas dari mana asal sijago merah marah tapi yang pasti sudah menghanguskan beberapa rumah warga yang terbuat dari kayu (katanya ada sekitar 5 buah rumah terbakar). Saat itu arloji ditangan saya menunjukkan jam 02.00 wita (dinihari) berpuluh-puluh mobil pembunuh api masih berdatangan, padahal si jago merah saat itu sudah koit.
Dan tak jauh dari tempat saya berdiri tepatnya disamping mobil pembunuh api dari Banjarmasin (BPK HIPINDO), dari kejauhan terdengar teriakan beberapa anggota tim pembunuh api memanggil mobil ambulance yang sedang nongkrong didepan mobil silopi (alias polisi). Ternyata amukan si jago merah telah menelan 2 orang korban jiwa, innalillahi wa’innalillahi rodjiun……saya mendengar mereka terpanggang di atas loteng (lantai 2) rumahnya yang hangus terbakar. Dari beberapa sumber (namanya saya tidak tahu, tapi apalah artinya sebuah nama klo saya tidak mengenalnya…..) mengatakan 2 orang yang tewas terpanggang tadi adalah seorang bocah laki-laki berumur 9 tahun yang belakangan diketahui bernama H.Hary dan seorang lagi adalah laki-laki yang berumur kisaran 50 tahunan, yang ternyata seorang Abah dari si bocah malang tadi. Mereka berdua pada saat terjadi kebakaran memang berada dilantai 2 rumahnya dan sedang tertidur pulas. Pertama sekali yang diketemukan oleh anggota tim pembunuh api adalah sang bocah, si bocah diketemukan didepan pintu rumahnya dilantai 1 padahal tadinya sibocah berada dilantai 2 (mungkin karena lotengnya hangus terbakar dan akhirnya runtuh). Posisi jenazah sang bocah sedang basindukut bapulun tilam….dengan kondisi sudah menjadi harang. Nah pada saat bubuhannya mencari jenazah korban kedua (abahnya hary), bubuhannya sempat mengalami kesulitan karena kurangnya penerangan (karena saat itu listrik padam), asap yang masih mengepul (palak nang ai….) dan lagi takut bangunan yang masih berdiri ambruk…..Akan tetapi tak beberapa lama akhirnya pencarian korban membuahkan hasil, ternyata jenazah sang abah tersangkut dipinggiran lantai yang roboh dengan kondisi jenazah sangat mengenaskan, hanya beberapa bagian tubuh yang masih utuh dan yang lainnya sudah menjadi tulang (rapai….).
rekeman video pada saat evakuasi jenazah korban ke-2 *maaf media recordnya (SE K700) terbatas jd hasilnya kurang bagus*
Evakuasi korban baru berakhir setelah jenazah abah hary dimasukkan kedalam mobil ambulance Puskesmas Pesayangan. Setelah itu kerumunan warga yang berjejalan menyaksikan amukan si jago merah dan evakuasi korban tersebut mulai berangsur-angsur beranjak menjauh dari TKP, selain itu jam juga sudah menunjukkan pukul 03.30 dan bagi umat muslim saatnya makan sahur. Akhirnya saya pun berlalu mendekat kearah depan kantor salah satu partai bewarna hijau dimana alat transportasi dengan setianya menunggu.
Semoga si jago merah tidak mengamuk lagi ya………ada pepatah pengatakan “Kecil jadi sahabat, Besar jadi Penjahat” . Dan untuk keluarga korban semoga diberi ketabahan dalam menjalani cobaan di penghujung bulan suci Ramadhan 1429 H. #agushw.banjarbaru.net#
Kembali ke halaman utama5 Responses to “Mengusik Keheningan Malam…….”
Leave a Reply
agushw.banjarbaru.net mengucapkan terima kasih kepada Anda sudah membaca tulisan ini.....dan terima kasih pula sudah meninggalkan commentnya atas tulisan ini



Good citizen journalism brother! Kebetulan saya penasaran tadi malam itu, dimana kebakarannya, persis setelah Wahyu, CArbone, Farid pulang dari rumah…
Innalillaahiwainnaillaihirojiun, moga diberi ketabahan bagi para korban
rupanya ini yg terjadi setelah kami bingung kemana barisan PMK itu memburu

good post
SEMPAT2 NYA KMU BO…
NGAMBIL CAM YG KEBAKARAN
SEHARUSNYA KAN KMU AMBIR AIR TUCH…
INALILLAHI….
kalau aku menganggap, api itu juga bagian dari BANGSAT tadi bos ae, semoga saja Allah mengampuni dosa-dosa si API