Agus Hadi Wibowo

Hanya Satu Kata Untuk Para Penghianat “BANGSAT”

Segala bentuk pengkhianatan memang begitu menyakitkan, akan tetapi ini realitas yang hadir dalam sebuah dinamika. Kegusaran, keprihatinan, kekecewaan mungkin juga kemarahan yang selalu mengitari pergulatan dalam dialektika pergaulan dan berinteraksi antar sesama yang mengakibatkan perlawanan.
Oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan. Karena tidak sesuai dengan prikemanusiaan dan prikeadilan.
Belum terpenuhinya rasa keadilan itulah yang mendorong sesosok makhluk tuk membelakangi bahkan berkhianat.Akan tetapi banyak juga yang keadilan itu sudah digenggam tetapi karena keserakahan dan kemunafikan yang salah mengartikan atau memahami Hukum Gossent II. Sehingga merampas HAK sesosok makhluk tuk kepuasannya sendiri.

Caleg = Lapangan pekerjaan baru

Posted by Agus_HW on Nopember 16, 2008 under Orak Arik

Saat ini lagi ramai-ramainya orang jadi Caleg…entah kenapa belakangan ini lagi berebut jadi caleg. kenapa???

Beberapa hari dalam minggu sebelumnya saya membaca dan membolak-balik koran harian terkemuka di KALSEL, yang memberitakan soal Caleg. Di Cilacap ada seorang nelayan yang mencalonkan diri sebagai Caleg…dan di Bali juga ada seorang bule perempuan (yang kulitnya putih, rambutnya pirang, hidungnya mancung…..bukan bule dalam bahasa jawa) yang sudah lama menetap di Indonesia dan sudah menjadi WNI, dia juga mencalonkan diri sebagai caleg. Kemarin…..saya juga disuruh untuk jadi Caleg muda oleh salah satu partai….

Fenomena apa ini?

Pencuri berkedok mesin…..

Posted by Agus_HW on Oktober 29, 2008 under Orak Arik

Beberapa waktu yang lalu istri si_Bos mau ngambil uang tunai di mesin ATM milik Bank ini yang berada dihalaman Hotel Banjarmasin International. Uang itu mau digunakan istri si-Bos untuk berbelanja, maka istri si_Bos bertransaksilah dengan mesin ATM itu. Setelah menunggu beberapa menit mesin ATM itu tidak juga mengeluarkan uang yang diminta, gak tau alasan nya kenapa muncul pesan “Maaf permintaan transaksi anda tidak bisa diproses” kurang lebih seperti itu isi pesannya.

Read the rest of this entry »

Dia,,,,,begitu berarti,,,,,

Posted by Agus_HW on Oktober 8, 2008 under Orak Arik

Dia,,,,
Bukan aku,,,,
Dia,,,,
Juga bukan mereka,,,,
Tapi dia,,,,,
Adalah bagian’ku,,,,,
Kata ini,,,,
Takkan pernah ada karena dia,,,,
Dan hidup’ku ini,,,,
Takkan pernah bermakna,,,,
Tanpa dia,,,,
Read the rest of this entry »

Mengatasnamakan Idealisme…

Posted by Agus_HW on Oktober 6, 2008 under Orak Arik

Sudah tak terhitung lagi berapa jumlah berita yang menampilkan berbagai macam aksi-aksi demonstrasi atau unjuk rasa yang dilakukan oleh para mahasiswa kita di media massa. Dengan berbagai macam topik dan tema yang bermacam-macam, yang dapat mendasari terjadinya demonstrasi itu sendiri. Lebih sering kita melihat mereka memprotes sistem pemerintahan yang mereka anggap kurang bekerja dengan baik dan tidak sesuai dengan yang diharapkan. Dan tak jarang pula kita melihat pada saat aksi demo tersebut, mereka melakukan aksi anarkis yang justru merugikan. Apakah ini gambaran sejatinya para mahasiswa-mahasiswa cikal bakal pemimpin negeri ini?

Read the rest of this entry »

Mengusik Keheningan Malam…….

Posted by Agus_HW on September 29, 2008 under Orak Arik

Dikeheningan malam sekitar jam 01.00 wita dinihari (Senin 29/9)….terdengar suara gaduh sirine bersahutan dari beberapa buah mobil pembunuh api (alias pemadam kebakaran). Ternyata si jago merah beraksi lagi, mengamuk tanpa memandang bulu. Kali ini si jago merah mengamuk di kelurahan keraton, tepatnya dibelakang Bank Danamon Cab. Martapura. Ketika aku berada disana, sijago merah sudah tunduk dengan para pembunuh api, yang terlihat hanya lah kepulan asap dibekas amukan si jago merah. Menurut informasi dari beberapa warga penyebab si jago merah mengamuk adalah hubung singkat listrik dan ada juga akibat dari kompor. Terlepas dari mana asal sijago merah marah tapi yang pasti sudah menghanguskan beberapa rumah warga yang terbuat dari kayu (katanya ada sekitar 5 buah rumah terbakar). Saat itu arloji ditangan saya menunjukkan jam 02.00 wita (dinihari) berpuluh-puluh mobil pembunuh api masih berdatangan, padahal si jago merah saat itu sudah koit.

Read the rest of this entry »